Maaf Sayang Ku

Sungguh bukan bermaksud untuk

Featured image

Sungguh bukan bermaksud untuk menyiksa atau meninggalkan, tapi hari-hari yang saya jalani tidak tentu arah dan tujuan, seakan tidak ada lagi yang namanya pagi hari atau siang hari.

Semua terasa seperti malam, gelap muram dan diam, angin pun enggan untuk berhembus, tidak bisa lagi membedakan rasa senang dan sedih, bercampur aduk.

Mungkin boleh saja kamu menyebut saya manusia tanpa perasaan, tapi pada kenyataannya memang sangat susah untuk merasa, semuanya terasa hambar, menggado garam pun rasanya hambar.

Tapi saya masih manjadi manusia walaupun bukan seutuhnya, mungkin besok atau lusa tidak ada yang tau pasti.