Jumat Berkah

memasuki hari jumat di minggu kedua, alhamdulilah bisa tidur dengan normal, sudah beres dengan masalah ngoprek, blog sepertinya rapih hanya beberapa yang perlu diberesi.

mata ini melihat jam di layar handphone masih jam sepuluh lebih, tidak ada yang dilakukan, tidak ada kegiatan yang membuat ingin begadang, akhirnya mendengarkan lagu lisa ono dan tertidur pulas.

batere hp penuh seratus persen, walaupun jika harus tidak tidur setidaknya bisa medengarkan beberapa album lisa ono dengan bahasa brazil yang mengambang di udara sampai masuk ke gendang telinga.

tetapi pada akhirnya akan tertidur tanpa dipaksakan, bangun-bangun sudah pagi, keadaan masih saja seperti hari kemarin matahari enggan terlalu menampakkan diri.

pikir masih jam enam ternyata sudah jam delapan pagi, tetap saja menurut alam bawah sadar bahwa jam delapan masih termasuk pagi hari nan buta.

datang anaknya bibi meminjam motor untuk pulang ke rumahnya, tidak lupa memesan satu bungkus nasi dan lauk pauk, setengah jam kemudian datang membawa kresek berwarna hitam putih.

satu bunglus nasi dibaluti kertas warna coklat, ada cecek atau kulit kerbau dan daging, pagi ini bisa makan seperti orang normal, memang karena sifat malas, makan harus menunggu lapar baru mau keluar untuk membeli makanan.

menonton video random di youtube berkat rekomendasi pesan dari kesayangan, menonton satu persatu hingga tidak terasa sudah sore saja, kemudian bibi datang langsung berceramah.

“ini rumah bentuknya kaya bukan rumah” ujarnya

dengan terpaksa bangun dari tempat tidur wkwkwk, dan membersihkan seisi rumah, mencuci gelas yang dipenuhi oleh tumpukan ampas kopi, tidak ada piring kotor, sebab sudah jarang masak nasi.

membuang sampah, melihat dapur mata ini tidak tega jika dilihat terlalu lama, apalagi jika hujan turun dan angin kencang, langsung mengunci pintu menuju dapur, barangkali ada tamu yang tidak diundang yaitu kodok.

sebelum magrib keadaan rumah sudah bersih layaknya rumah yang ada penghuninya, lalu bibi pulang, membeli es teh tarik campur susu ternyata habis, lalu membeli guday friz, kembali ke rumah lalu duduk dipojokan melihat rumah yang bersih alhamdulilah berkat jumat bersih.